Senin, 22 Juni 2020 - 01:45:34 WIB
Transisi Menuju New Normal, Gubsu: Siswa Belum Bisa Sekolah
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Nasional - Dibaca: 124 kali

Medan (wartamedan.com) -

Sumatera Utara memasuki masa transisi, setelah status tanggap darurat bencana wabah penyakit akibat Covid-19 berakhir pada Jumat (29/5) sesuai SK Gubernur Sumut Nomor 188.44/174/KPTS/2020.

Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) pun mempersiapkan kemungkinan pelaksanaan skenario normal baru atau The New Normal yang bakal diterapkan pemerintah pusat. The New Normal adalah tatanan, kebiasaan, dan pola hidup baru berbasis pada adaptasi membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Skenario ini untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Pemerintah Indonesia pun telah mengumumkan rencana mengimplementasikan skenario The New Normal dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional.

“Setelah ini saya tidak perlu mengeluarkan surat edaran lagi. Status tanggap darurat berakhir hari ini, selanjutnya kita masuk masa transisi untuk menentukan akan menerapkan The New Normal, Disorder, dan Survival. Prosesnya bisa seminggu, dua minggu, tapi bukan berarti warga bisa bebas keluyuran keluar rumah,” ujar Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi pada rapat Petunjuk Strategis GTPP Covid-19 Pascastatus Tanggap Darurat dengan Forkopimda Sumut, Jumat (29/5).

Khusus untuk pendidikan, Gubsu belum akan mengizinkan siswa kembali ke sekolah. Edy menyebutkan pihaknya harus mempersiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

“Saya belum izinkan anak-anak kembali ke sekolah. Untuk mempersiapkan The New Normal, saya akan persiapkan rapid test terhadap guru dan pegawai sekolah, sterilisasi periodik terhadap ruang kelas dan guru, pengaturan jam belajar, pengaturan tempat duduk siswa, pembatasan jumlah siswa dalam satu kelas hingga pembatasan kegiatan ekstrakurikuler,” kata Gubsu.

Menurut Edy, The New Normal yang nantinya akan diterapkan di Sumut harus juga disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan daerah masing-masing. Kendati pemerintah mengultimatum penerapan New Normal, Sumut tidak boleh menolak dan harus beradaptasi sesuai karakteristik di daerah masing masing.

“Jangan karena ingin cepat, disamakan semua langkah-langkah yang akan diterapkan,” ujar Edy.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, pun optimis Sumut akan mampu menjalankan The New Normal. Dari pelaksanaan malam takbiran dan shalat Ied, Kapoldasu apresiasi kepatuhan yang menjadi bukti masyarakat masih mau mendengar. Secara pribadi, dirinya apresiasi bupati/wali kota yang juga mengindahkan anjuran tidak takbiran di jalanan.

Menurut Kapolda, saat ini yang terpenting adalah edukasi ke masyarakat tentang hal-hal yang harus dilakukan saat The New Normal diterapkan. Mendukung keinginan Gubsu, Bupati Simalungun JR Saragih mengaku siap mendukung.

“Berbicara prilaku New Normal ini harus kita hadapi, kalau masyarakat patuh, tertib, dan disiplin, maka tidak akan ada masalah. Dengan kondisi seperti saat ini, semoga prilaku masyarakat pun berubah,” ujarnya.

 

 

 

-a1/wci-




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)