Senin, 23 Maret 2020 - 01:15:52 WIB
Gubsu Tinjau Sejumlah RS dan Gedung Untuk Isolasi Pasien
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Nasional - Dibaca: 65 kali

Medan (wartamedan.com) -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, meninjau sejumlah rumah sakit dan gedung yang dijadikan ruang isolasi terkait wabah virus Corona (Covid-19), Minggu (22/3).

Sejumlah lokasi yang ditinjau di antaranya RS Martha Friska di Jalan Multatuli, RS Martha Friska Brayan Jalan Yos Sudarso, Bapelkes Dinkes Provinsi Sumut, Balai Diklat BPSDM Sumut, dan Wisma Atlet Dispora Sumut di Jalan Williem Iskandar.

“Kita harus siapkan minimal 5% dari jumlah penduduk di Sumut. Sepertinya warga saya ini tidak bisa hanya sekadar diimbau agar menjaga diri tetap di rumah. Harus kita siapkan ruang isolasi dan lokasinya harus steril. Saya tidak mau nanti pasien PDP berbaur dengan pasien umum, tidak boleh bercampur dengan orang lain juga,” ujar Gubsu.

Awalnya, Edy meninjau lokasi dua RS Martha Friska. Dari kedua rumah sakit tersebut, tersedia 230 ruangan yang siap digunakan. Demi kemanusiaan, Gubsu pun meminta kerja sama pihaknya mempergunakan rumah sakit tersebut untuk menampung pasien PDP Corona.

Selanjutnya, Gubsu mengunjungi Bapelkes Dinkes Provinsi Sumut yang berada di belakang RSUP Adam Malik. Di lokasi tersebut tersedia 28 kamar, namun tidak bisa dipergunakan karena kamar mandi di luar.

“Ini tidak bisa kita gunakan. Mereka (pasien) kan harus tetap di dalam ruangan,” terangnya.

Gubernur didampingi Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Sumut Riadil Akhir Lubis, Kadis Kesehatan Alwi Mujahit, Mayor Handoyo, dan Restuti Saragih menuju Balai Diklat BPSDM Sumut di Jalan Ngalengko. Di lokasi tersebut, tersedia 76 kamar siap pakai.

Merasa masih kurang, Edy dan rombongan pun mengunjungi Wisma Atlet Dispora Sumut. Wisma yang belum dioperasikan tersebut memiliki 99 kamar dan dinilai Gubsu layak untuk digunakan.

“Kita harus bangga punya gubernur yang begitu peduli dan sigap. Ini memang yang harus kita lakukan. Jadi kita siap mengantisipasi lonjakan pasien PDP. Karena tidak boleh kita biarkan pasien ini menyebar ke mana-mana,” sebut Kadis Kesehatan Alwi Mujahit.

 

 

 

-a1/woc-




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)