Kamis, 21 November 2019 - 14:06:53 WIB
Gubsu Apresiasi 86 Pelajar Sumut Berprestasi
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Nasional - Dibaca: 180 kali

Medan (wartamedan.com) -

Sebanyak 86 pelajar dari berbagai sekolah yang berhasil mengharumkan nama Sumatera Utara di tingkat nasional dan internasional mendapat apresiasi dari Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi, Rabu (20/11).

Para siswa yang prestasi itu, 64 siswa di antaranya mengharumkan nama Sumut di level internasional dan 22 di level nasional dari berbagai kompetisi meliputi karya ilmiah, akademik, dan olahraga.

Di level internasional, pelajar Sumut berhasil meraih 24 emas, 12 perunggu, dan 28 perak dari berbagai kompetisi, di antaranya lomba karya ilmiah di Malaysia dan Korea serta kompetisi akademik di Amerika Serikat. Tingkat nasional mendulang 3 emas, 5 perak, 2 perunggu serta satu tim futsal menjuarai kompetisi nasional.

Ke-86 orang tersebut merupakan pelajar Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA), Chandra Kumala School, Singapore Intercultural School (SIS), SMAN 1 Medan, SMAN 2 Medan, SMAN 3 Medan, SMAN 7 Medan, SMAN 16 Medan, SMAN 1 Tebingtinggi, SMA Harapan 3 Medan, dan SMK TI Budiagung Medan.

“Terima kasih anak-anak ku, saya bangga dengan kalian, yang telah berhasil mengharumkan nama Sumut, bahkan Indonesia hingga ke tingkat internasional,” kata Gubsu menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya.

Namun menurut Edy, kecerdasan di bidang pendidikan saja tidak cukup untuk membangun bangsa, khususnya Sumut, karena agama dan moral juga menjadi faktor penting. Saat memberi bimbingannya, Gubsu juga mendatangi siswa untuk menanyakan prestasi dan asal sekolah masing-masing.

Salah satu karya ilmiah yang membuat Edy tertarik adalah Timbangan Elektronik Nutrisi (TEN) yang diciptakan oleh Amalzuhra Adisty Siregar dan M Laksamana Arya Airlangga Ksatria Dwika asal SMA Harapan 3 Medan.

“Karya seperti ini harus dikembangkan karena sangat berguna untuk masyarakat. Dengan alat timbang nutrisi seperti ini bisa mengurangi risiko stunting, kegemukan atau kekurangan gizi. Karya-karya kita haruslah bisa diimplementasikan, berguna untuk makhluk Tuhan yang lain, tidak hanya manusia,” kata Gubsu.

“Sekarang banyak kasus stunting, underweight, dan over nutrisi yang kebanyakan karena mal nutrisi. Jadi, kami punya ide membuat alat ini agar semua orang dengan mudah bisa mengetahui nutrisi yang mereka butuhkan,” kata Amalzuhra.

Selain apresiasi kepada siswa berprestasi, Edy juga melepas 25 pelajar YPSA yang akan mengikuti Olimpiade Sains di Korea dan tiga siswa ke Jakarta.

 

 

-a1/woc-




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)