Senin, 4 Juni 2018 - 03:17:35 WIB
Pekerja Serabutan Nekat Culik Balita Buat Beli Baju Lebaran
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Medan - Dibaca: 148 kali

Medan (wartamedan.com) -

Gara-gara bingung tak punya uang untuk membeli baju buat lebaran anaknya, membuat Chandra Hidayah Pasaribu menjadi gelap mata.

Pria yang tinggal di Jalan Angsana, Dusun II, Desa Bandar Khalipah, Medan Tembung inipun nekat menculik balita perempuan di Jalan Makmur, Pasar 7, Dusun 6 Kenanga, Desa Samtim, Kecamatan Percut Sei Tuan, Minggu (3/6/2018).

Namun belum lagi berhasil menyikat anting-anting milik sang bocah, aksi pria yang bekerja serabutan inipun keburu diketahui oleh orangtua korban, Maranaek Rambe dan Damsonah Harahap.

Dibantu warga pelaku pun berhasil ditangkap tak jauh dari rumah korbannya." Benar, kita telah mengamankan tersangka penculik balita," aku Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri, SIK SH.

Kompol Faidil juga menjelaskan aksi pelaku ini dilakukan seorang diri, sebab pelaku diduga gelap mata karena tak memiliki pekerjaan tetap.

Ditambah lagi tuntutan keperluan menjelang lebaran untuk keluarganya. Peristiwa ini diceritakan Kompol Faidil bermula dari rasa kebingungan pelaku yang tak memiliki uang. Kemudian ayah dua orang anak ini pun membawa sepeda motor Honda Vario BK 3256 AHK miliknya keluar dari tempat tinggalnya di Jalan Angsana, Dusun II, Desa Bandar Khalipah untuk berkeliling di kawasan Jalan Makmur Medan Tembung.

Begitu persis di depan rumah korban, tersangka melihat balita perempuan berusia 4 tahun menggunakan anting emas sedang asyik bermain. Melihat hal itu, niat jahat seketika muncul dibenaknya. Tanpa rasa takut dan berdosa, tersangka berupaya menculiknya.

" Motifnya menculik hanya untuk mengambil anting korban untuk dijual," terang Kapolsek Percut Sei Tuan ini.

Saat itu, tersangka langsung menghampiri, Aisyah Nurjannah Rambe, balita yang jadi korban. Dengan bujuk rayu membelikan jajan, tersangka langsung membawa korban dengan meraih tangan korban.

"Pada saat membawa korban, balita itu sempat memanggil ibunya sebanyak 2 kali. Mendengar itu, ibu korban langsung keluar rumah dan melihat anaknya dibawa tersangka menggunakan sepeda motor," jelas Faidil.

Mengetahui anaknya dibawa orang yang tak dikenal, seketika ibu korban berteriak histeris sambil meminta tolong.

Ayah korban langsung mengejar tersangka sambil berteriak meminta bantuan kepada warga.

Tak jauh dari situ, warga berhasil mengepung dan menangkap tersangka. Sanking emosinya, warga bahkan sempat menghajar tersangka. Namun karena kasihan, warga lantas menghubungi polisi.

Dihadapan polisi dan warga, tersangka berdalih nekat ingin menculik balita tersebut untuk memperoleh anting emas yang dipakai korban.

"Kalau berhasil, anting itu mau dijual buat makan dan belikan baju lebaran anak saya," ucap, bapak anak 2 ini sambil menahan sakit akibat dihajar warga.

Atas perbuatannya, tersangka terancam kurungan penjara maksimal 12 tahun penjara.

"Tersangka terancam Pasal 328 KUHP tentang penculikan (ancaman max 12 tahun penjara) dan Pasal 83 UU No.35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. Perubahan atas UU No. 23 tahun 2014 tentang perlindungan anak," jelas Kompol Faidil.

 

 

-a1/dsc-




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)