Selasa, 13 Februari 2018 - 13:43:48 WIB
H. Dedi Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan MPR RI
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Nasional - Dibaca: 203 kali

Medan (wartamedan.com) -

Anggota DPD/MPR RI Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos, SH, MSP kembali memberikan pemahaman empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di SMK Al Washliyah Marbau Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhan Batu Utara, Senin 12 Februari 2018 lalu. Kegiatan ini laksanakan di Aula SMK Al Washliyah Merbau Kabupaten Labuhan Batu Utara.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 150 orang tersebut yang terdiri dari Guru-guru, siswa-siswi SMK Al Washliyah Marbau  dan sebagainya tersebut berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh kekeluargaan ini tampil sebagai Narasumber yaitu, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos, SH, MSP dan Drs. H. Aminuddin Lubis.

Pada kesempatan tersebut, H. Dedi, sapaan akrab senator muda ini menegaskan, untuk mencegah agar tidak terpengaruh dan tergelincir dengan kehidupan yang negatif. Empat pilar MPR RI hendaknya sebagai pegangan hidup dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Karena itu harus kita cegah pengaruh-pengaruh negatif dengan pembekalan dan pemahaman empat pilar MPR ini, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang membingkai dan melandasi serta jadi pilar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang harus dipegang teguh agar negara kesatuan tetap terpelihara,” sambungnya.

Dijelaskannya juga, persatuan dan kesatuan bangsa ini harus terus dipelihara dan diperjuangkan. Harapannya, agar negara terus bersatu dalam NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Agar kehidupan bangsa Indonesia  semakin kukuh, hendaknya segenap komponen bangsa, disamping memahami dan melaksanakan Pancasila, juga secara konsekuen menjaga sendi-sendi utama lainnya, yakni UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar senator yang bergabung di Komite III DPD RI ini.

H. Dedi lebih lanjut menambahkan, Pancasila sebagai ideologi bisa mengikat bangsa Indonesia yang demikian besar dan majemuk. Pancasila adalah konsesus nasional yang dapat diterima semua paham, golongan, dan kelompok masyarakat di Indonesia. Dalam posisinya, Pancasila merupakan sumber jati diri, kepribadian, moralitas, dan haluan keselamatan bangsa. H. Dedi juga memberi pesan dalam memahami dan mensikapi persoalan-persoalan kebangsaan, tentang kebhinekaan, serta mengantisipasi adanya bibit-bibit yang mengancam kebhinekaan. 

“Apabila kita menyadari bahwa kunci dari kebhinekaan adalah bagaimana kita bertoleransi dan tenggang rasa. Bagaimana kita dapat menghargai sesama manusia, agama, suku dan lain-lain”, ujarnya.

Bhinneka Tunggal Ika, lanjut . H. Dedi, dalam kehidupan berbangsa dan negara harus menjadi anugrah yang harus terus dijaga. Jadi, generasi muda harus memahami betul empat pilar kebangsaan agar bisa benar-benar diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kita tidak boleh membeda-bedakan.

Meskipun berbeda agama, suku, dan ras, namun kita tetap satu dan bersaudara dalam konteks NKRI. Tidak boleh saling hujat. Jika itu terjadi di negara ini, bisa bubar. Apalagi tidak ada negara dengan kebhinekaan seperti di Indonesia. Karena itu, perbedaan harus tetap utuh dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara,” harapnya.

 

 

-a1/wmc-




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)