Senin, 18 Mei 2015 - 16:44:56 WIB
Penurunan Aktivitas Perekonomian RI Mulai Berdampak
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Ekonomi - Dibaca: 464 kali

Medan (wartamedan.com) -

Penurunan aktivitas ekonomi di Indonesia mulai memberikan dampak bagi bisnis rekrutmen dalam negeri. Hal itu tertuang dalam rilis dokumen Monroe Consulting Group mengenai hasil penelitian independen yang melibatkan 500 eksekutif dan 50 perusahaan besar di Indonesia sebagai responden penelitian mereka.

"Salah satu penemuan kunci dalam riset tersebut adalah terjadinya penurunan prosentase kenaikan gaji bagi eksekutif senior," ungkap Direktur Regional Monroe Consulting Group, Andrew Hairs, di Jakarta, Senin (18/5/2015).

Berdasarkan laporan penelitian yang dirilis Monroe Consulting Group pada 2014, hanya satu persen dari eksekutif senior di Indonesia yang tidak menerima kenaikan gaji, di mana pada laporan yang dirilis 2015 ini, sejumlah 14 persen dari eksekutif senior Indonesia mengaku tidak menerima kenaikan gaji.

Di samping itu, total persentase pegawai yang mendapatkan kenaikan gaji sebesar 11 persen sampai dengan 15 persen pada tahun ini hanyalah sejumlah 17 persen, di mana laporan di 2013 mengindikasikan 36 persen pegawai menikmati kenaikan gaji sebesar 11-15 persen.

Beralih ke kenaikan jabatan, angka kenaikan jabatan di Indonesia selama 12 bulan terakhir termasuk tinggi, sebesar 31 persen, di mana hasil penelitian yang dilakukan di negara-negara Asia Tenggara yang lain hanya mengindikasikan 21 persen pegawai menerima kenaikan jabatan.

"Namun, persentase kenaikan gaji pada saat pegawai menerima kenaikan jabatan di Indonesia terbilang rendah jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara yang lain," paparnya.

Menurut dia, 70 persen dari responden di Indonesia yang menerima kenaikan jabatan dalam 12 bulan terakhir mengaku bahwa mereka menerima kenaikan gaji kurang dari 20 persen, di mana mayoritas dari 70 persen responden tersebut mengaku hanya menerima enam persen sampai dengan 10 persen kenaikan gaji.

"Fakta ini juga dipengaruhi oleh kebijakan mayoritas perusahaan di Indonesia yang memberikan kenaikan gaji tahunan kepada pegawai-pegawai mereka, meski tanpa memberikan kenaikan jabatan," tambahnya.

Andrew yang beroperasi di emerging markets di berbagai belahan dunia ini menambahkan bahwa pengangkatan jabatan di Indonesia memiliki dua alasan.

Pertama karena sedikitnya jumlah profesional senior yang memaksa perusahaan untuk mengangkat pegawai internal mereka untuk mengisi posisi-posisi senior. Alasan kedua karena perusahaan menggunakan pengangkatan jabatan sebagai sarana untuk menjaga pegawai-pegawai mereka, yang dinilai oleh perusahaan sebagai aset, untuk tidak berpindah ke perusahaan lain.

Survey tahunan yang dilakukan oleh Monroe Consulting Group juga mengindikasikan bahwa meskipun pegawai perusahaan menikmati perkembangan karir mereka dalam sebuah perusahaan, kenaikan gaji yang mereka terima akan tetap lebih kecil jika dibandingkan dengan kenaikan gaji yang akan mereka terima ketika pegawai-pegawai tersebut pindah ke perusahaan lain.

"Jumlah kenaikan gaji yang biasa pegawai dapatkan ketika berpindah tempat kerja di Indonesia adalah 20 persen sampai dengan 30 persen," ujarnya.

 

 

 

 

 

 

-a1/mtn-




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)