Selasa, 14 April 2015 - 13:42:15 WIB
Sosialisasi Kebangsaan Tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI Dan Bhinneka Tunggal Ika
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Nasional - Dibaca: 8851 kali

Medan (wartamedan.com) -

 

Acara sosialisasi kebangsaan tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika diselenggarakan oleh Senator Provinsi Sumatera Utara, Bapak H. Rijal Sirait, di Aula MAS Al-Washliyah Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Medan, Sabtu, 11 April 2015, dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari praktisi pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan organ bagian Muslimat Al-Washliyah, dan tokoh Al-Washliyah di Kecamatan tersebut.

Dalam sambutannya Senator yang didukung penuh oleh AL-Washliyah Provinsi Sumatera Utara, Bapak Drs. H. Rijal Sirait, dengan rendah hati berterima kasih kepada seluruh masyarakat pemilih, khususnya tokoh Al-Washliyah yang berdomisili di Kecamatan Percut Sei Tuan. “Saya ada di Senayan karena anda, jadi sangat wajar kalau saya berada di sini, dan berterima kasih kepada semua pihak. Al-Washliyah harus tetap menjadi Organisasi Masyarakat yang mau dan mampu menunjukkan jati dirinya sebagai organisasi yang independen, tidak gamang dengan perubahan politik. Al-Washliyah tidak kemana-mana, tetapi kadernya ada di mana-mana, untuk sebuah nilai persatuan”.

Hal ini juga diperkuat oleh Ketua Tim Pemenangan Al-Washliyah Sumut ketika Pemilu 2014 lalu mendukung si Lobe Putih No. 20 ini, Drs. H. Dariansyah Emde didampingi oleh Sekretaris Tim Drs. H. Makmur Ritonga, yang tetap menginginkan Al-Washliyah menjadi bagian penting membangun Sumut.

Narasumber sosialisasi kebangsaan, Tuah Aman, S.Ag, SH, MH, dalam materinya: Pancasila Way of life, menyampaikan terjadi penyimpangan pandangan masyarakat terhadap keberadaan Pancasila. Gagal, kemudian ditanamkan ajaran agama. Titik sentuh antara Pancasila dan agama adalah hati. “Apabila Pancasila dipahami sebagai ilmu dan teori tidak akan membentuk karakter. Ketika disentuhkan dengan hati akan terbangun karakter”. Narasumber lainnya, Azrai Harahap, MA, menyampaikan bahwa, pentingnya peran generasi muda, dalam merebut dan harus ikut serta dalam mempertahankan NKRI. “Bangsa yang bertanggung jawab tidak boleh lari dari persoalan”, ujarnya.

Penyampaian aspirasi masyarakat menunjukkan peran serta aktif mereka dalam acara ini menilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, harus kembali kepada tujuan dasar pendirian bangsa, bukan disampaikan secara membosankan tanpa pelaksanaan yang sesuai dengan perkataan, bahkan tidak digunakan untuk kepentingan kelompok tertentu dalam mencapai kekuasaan.

 

-a1/wmc-

 




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)