Senin, 2 September 2013 - 16:09:59 WIB
SPBU Nakal Didenda Pertamina
Diposting oleh : admin
Kategori: Ekonomi - Dibaca: 42 kali

Makassar (wartamedan.com) -

Pertamina Unit Pemasaran VII Sulawesi menemukan adanya lima Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nakal. Kelima SPBU ini menjual BBM bersubsidi pada para pelaku industri. Ini berdasar pemeriksaan tim audit PT Pertamina.
    
Lima SPBU nakal tersebut terbagi atas, empat berada di Kabupaten Maros, dan satu di Kabupaten Gowa. Kelimanya didenda dengan kisaran Rp30 juta sampai Rp40 juta. 
    
Pejabat sementara (Pjs) Humas Pertamina Regional VII Makassar Juni Adam mengatakan kelima SPBU itu terbukti melanggar Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak.
    
Poin pelanggarannya, mobil barang yang digunakan untuk kegiatan perkebunan dan pertambangan, terhitung 1 September 2012 dilarang menggunakan Jenis BBM Tertentu berupa minyak solar (gas oil).
    
“Pelanggaran ini segera ditindaklanjuti Pertamina. Sanksinya bervariasi, dari teguran sampai pencabutan izin SPBU,” ungkap Juni. 
    
Sayangnya, mengenai informasi detil SPBU yang melanggar aturan di Gowa dan Maros, humas Pertamina tidak bisa memberi keterangannya. Termasuk detil jenis pelanggarannya. 
    
“Berapa nomor SPBUnya dan bagaimana proses pelanggarannya itu bagian audit yang tahu. Saya belum jelas informasi soal itu. Termasuk bagaimana proses pemberian sanksinya,” ucap Juni. 
    
 Retail Feul Marketing Pertamina Unit Pemasaran VII Makassar, Mardian pun enggan memberi komentar. Menurut dia, aturan pada perusahaan Pertamina mengharuskan informasi keluar hanya melalui satu pintu, yakni bagian humas. 
    
“Saya hanya boleh bicara terkait marketing dan promosi. Untuk Makassar sekarang yang diberi kewenangan bicara ke pihak luar oleh manajemen adalah humas,” tulis Mardian melalui layanan SMS, malam tadi.
    
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Sulsel, Burhanuddin Lestim yang dikonfirmasi Minggu, 1 September mengaku belum ada laporan yang masuk ke mejanya mengenai SPBU nakal ini. 
    
Kendati demikian, ia mendukung Pertamina untuk memberi tindakan tegas terhadap SPBU melanggar. Termasuk melayani mobil industry atau komersil menggunakan BBM bersibsidi. 
    
“Soal aturan penggunaan BBM Subsidi itu kan sudah jelas. Dan sudah juga disosialisasikan jauh sebelum diberlakukan pada semua pihak, termasuk SPBU. Nah, kalau masih ada yang melanggar itu harus ditindak tegas,” sebut Burhanuddin malam tadi. 
    
Pelayanan SPBU Subsidi pada para pelaku industri adalah jelas tindakan melanggar aturan, menurut Burhanuddin. “Jadi bila memang ada SPBU yang terbukti melakukan pelanggaran, harus ditindaki,” tegasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

-iyaa-




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)