Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:50:42 WIB
BMKG: Kondisi Sebaran Asap Dalam Kategori Tidak Sehat
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Nasional - Dibaca: 54 kali

Medan (wartamedan.com) -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran asap di seluruh wilayah Sumatera Utara berdasarkan pemantauan citra satelit pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB.

Kepala BMKG Silangit Gatot Rudiantoro mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami penurunan jarak pandang dan penurunan kualitas udara.

"Kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami penurunan jarak pandang dan penurunan kualitas udara," ujar Gatot, Rabu (14/10), mengutip dokumen yang dilampirkan dan ditandatangani Kepala Balai Besar MKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho. 

Berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Stasiun Meteorologi Silangit pada Rabu pukul 10.00 WIB, jarak pandang di sejumlah wilayah terpantau menurun hingga berkisar satu sampai empat kilometer.

Selain itu, hasil pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 di Sumatera Utara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

Disebutkan, berdasarkan hasil analisis kualitas udara Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Utara, secara umum konsentrasi partikel PM2,5 pada 13 Oktober 2026 berada dalam kategori sedang.

Konsentrasi PM2,5 tertinggi tercatat sebesar 191,5 µg/m³ pada pukul 22.00 WIB, yang masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

Particulate Matter (PM2,5) merupakan partikel udara berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 mikrometer. Partikel ini terdiri atas campuran partikel padat dan cair yang berasal dari berbagai sumber, termasuk emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, pembakaran biomassa, dan aktivitas manusia lainnya.

Partikel PM2,5 dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan manusia sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

Meski sebaran asap terdeteksi di wilayah Sumatera Utara, hasil pemantauan citra satelit pada Selasa (13/10) tidak menunjukkan adanya titik panas atau hotspot di wilayah tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah berpotensi terdampak kabut atau asap untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara berkabut atau jarak pandang menurun.

Apabila harus melakukan aktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel di udara.

BMKG juga mengimbau pemerintah daerah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri setempat guna meningkatkan kesiapsiagaan serta mengikuti perkembangan informasi cuaca dan kualitas udara.

 

 

 

 

 

 

-a1/anc-




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)