Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:36:18 WIBTPID Sumut Gelontorkan Cabai Petani di 7 Pasar Medan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Ekonomi - Dibaca: 56 kali

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melakukan intervensi untuk menekan harga cabai merah dan daging ayam potong yang melonjak di pasaran. 
Harga cabai merah turun dari Rp70.000-Rp80.000 menjadi Rp55.000 per kilogram, sementara ayam potong dari Rp40.000-Rp50.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Intervensi yang digelar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumut itu berlangsung di sejumlah pasar di Kota Medan dan sekitarnya, Senin (12/10). Langkah ini disebut menindaklanjuti arahan Gubernur Sumut Bobby Nasution agar harga bahan pokok stabil dan daya beli masyarakat terlindungi.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, mengatakan intervensi dilakukan untuk merespons tingginya harga dua komoditas itu. Sebelum intervensi, harga cabai merah bahkan disebut melampaui Rp80.000/kg di sejumlah lokasi.
“Hari ini, TPID Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama sejumlah pemangku kepentingan melaksanakan intervensi harga cabai merah dan daging ayam sekaligus memantau perkembangan harga bahan pokok penting lainnya di sejumlah pasar di Kota Medan,” ujar Dedi di sela-sela monitoring di Pasar Sukaramai, Medan.
Menurut Dedi, langkah ini bagian dari pengendalian inflasi daerah dan upaya menjaga daya beli masyarakat.
Intervensi menyasar tujuh pasar, yakni Pasar Sukaramai, Pasar Palapa atau Brayan, Pasar Petisah, Pasar Sei Sikambing, Pasar Delitua, Pasar Tanjung Morawa, dan Pasar Kampung Lalang.
Sejumlah pihak dilibatkan, yakni Disperindag ESDM Sumut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, PD Aneka Industri dan Jasa (AIJ) Sumut, Bank Indonesia, serta BPS Sumut.
Direktur Utama PD AIJ Sumut, Swangro Lumbanbatu, mengatakan cabai merah yang dijual dalam intervensi dipasok langsung dari kelompok petani di daerah. Jumlahnya hampir mencapai satu ton.
“Mengingat dua komoditas tersebut merupakan bagian dari penyumbang inflasi,” ucapnya.
Swangro menyebut kegiatan serupa akan terus dilakukan bersama Disperindag ESDM dan Bank Indonesia untuk menjaga daya beli masyarakat.
Di tengah penurunan harga, pedagang justru menaruh kekhawatiran. Mereka meminta harga tidak turun hanya selama intervensi berlangsung.
Siti Khadijah, pedagang ayam potong di Pasar Sukaramai, terang-terangan meminta harga Rp35.000/kg dipertahankan. “Mudah-mudahan jangan sifatnya sementara, kalau sudah mahal pembeli nggak ada,” katanya.
Rahmiyati, pedagang cabai merah yang sudah 35 tahun berjualan di Pasar Sukaramai, berharap harga stabil agar petani tidak rugi, pedagang untung, dan masyarakat tetap mampu membeli.
“Kami berharap harga ini tetap stabil sehingga semuanya mampu membeli. Petani tidak rugi dan pedagang seperti kami enak menjualnya,” ujarnya.
Dedi menegaskan pemantauan dan evaluasi akan terus dilakukan agar intervensi tepat sasaran dan berdampak nyata pada stabilisasi harga pangan. Pemantauan itu berlanjut hingga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Desember mendatang.
-a1/woc-

- Prabowo Bersama Presiden Mesir, Sebut Israel Diluar Batas Kemanusiaan
- Tidur Tanpa Bantal Lebih Baik untuk Kesehatan?
- Bareskrim Gerebek Kampung Narkoba di Deliserdang
- PSSI Mulai Petakan Kekuatan Skuad Garuda Menuju Piala Dunia 2030
- Saran Ahli Untuk Menyimpan Telur Agar Awet
0 Komentar :
Isi Komentar :







