Senin, 14 September 2026 - 17:06:42 WIBBulog Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Ekonomi - Dibaca: 53 kali

Perum Bulog mengerahkan jajaran di seluruh Indonesia untuk turun langsung ke pasar secara serentak guna memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga harga beras serta kebutuhan pokok tetap terkendali.
Operasi pasar tersebut dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah dan menjadi langkah Bulog memperkuat stabilisasi pangan dengan memantau kondisi pasar secara langsung. Pemantauan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga maupun gangguan pasokan sejak dini.
Kegiatan diawali koordinasi nasional melalui video conference yang dipimpin Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani bersama Direktur SPHP Badan Pangan Nasional Maino Dwi Hartono serta seluruh Pemimpin Wilayah dan Pemimpin Cabang Bulog, Sabtu (5/9).
Dari wilayah masing-masing, jajaran Bulog melakukan monitoring dan operasi pasar secara bersamaan untuk mengecek harga, ketersediaan komoditas, kelancaran distribusi, serta efektivitas intervensi pangan.
Langkah tersebut didukung stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang mencapai sekitar 4,9 juta ton per 5 September 2026. Sementara penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang 2026 hingga 5 September telah mencapai sekitar 756 ribu ton.
Direktur Utama Perum Bulo, Ahmad Rizal Ramdhani menuturkan pemantauan langsung ke pasar merupakan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi.
“Kami mengantisipasi bukan hanya pengaduan, tetapi kami mengantisipasi akan kenaikan inflasi. Itu yang paling utama. Karena penugasan Bulog yang paling utama adalah menjaga stabilisasi harga,” tegas Ahmad Rizal saat monitoring pasar di Jakarta, Sabtu (5/9).
Ahmad Rizal bersama Direktur Operasi Perum Bulog Andi Afdal dan Direktur Pemasaran Perum Bulog Rahmanto Amin Jatmiko melakukan monitoring di Pasar Jatinegara dan Pasar Rawamangun. Mereka berdialog dengan pedagang serta mengecek harga dan ketersediaan beras, termasuk memastikan distribusi beras SPHP berjalan dengan baik.
Selain SPHP, Bulog juga mendorong penguatan pasokan beras premium dan komoditas pangan lainnya untuk memastikan kebutuhan masyarakat tersedia dengan harga yang wajar dan terjangkau.
Monitoring serentak tersebut dilakukan secara preventif dengan melibatkan Satgas Pangan, TNI, Polri, pemerintah daerah, pengelola pasar, serta pemangku kepentingan lainnya. Pengawasan mencakup stok, distribusi hingga harga di tingkat konsumen.
Untuk memperkuat pasokan di pasar, Bulog juga berkoordinasi dengan jaringan ritel modern di seluruh Indonesia dan menyiapkan penggelontoran 110.000 ton beras dalam satu bulan. Jumlah tersebut terdiri dari 75.000 ton beras premium dan 35.000 ton beras medium.
Pasokan akan disalurkan secara bertahap melalui jaringan ritel modern dan pasar yang menjadi titik pemantauan harga pangan. Langkah ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga kompetitif sekaligus menjadi instrumen intervensi ketika terjadi tekanan harga.
Di Sumatera Utara, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto bersama jajaran cabang se-Sumut juga melakukan monitoring pasar secara serentak.
Bulog Sumut memastikan beras SPHP terus tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hingga 5 September 2026, penyaluran beras SPHP di Sumut telah mencapai 38.895 ton melalui berbagai saluran, termasuk pasar tradisional.
Budi mengatakan pasokan beras SPHP akan terus dipantau dan dipasok setiap hari untuk memastikan ketersediaannya di pasar.
“Pasokan SPHP akan kami monitor dan pasok secara harian sehingga selalu tersedia setiap hari,” kata Budi.
-a1/woc-

- iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max Resmi Dikenalkan
- Google Hadirkan Aplikasi Gemini Khusus PC Windows
- Motorola Konirmasi Ponsel Lipat Razr Terbaru
- Marc Marquez Juara MotoGP San Marino 2026
- Zverev Juara US Open 2026
0 Komentar :
Isi Komentar :




