Kamis, 26 September 2019 - 00:18:40 WIB
Gubsu Serukan Kerukunan Antar Umat Beragama
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Nasional - Dibaca: 228 kali

Medan (wartamedan.com) -

Tak ada agama yang mengajarkan hal buruk dan memerintahkan mencelakai orang lain. Agama hanya mengajarkan cinta kasih kepada seluruh umat manusia tanpa kecuali.

Untuk itu, semua umat beragama haruslah mengimplementasikan cinta kasih agar terwujud kerukunan antar umat beragama. Hal tersebut disampaikan Gubsu, Edy Rahmayadi pada pembukaan Dialog Nasional ‘Memperkokoh Ikatan Persaudaraan Kebangsaan’ di Hotel JW Marriott Medan, Senin (23/9/2019).

“Orang harus mengimplementasikan kerukunan, karena tidak ada satu agama pun yang mengajarkan perbuatan tercela. Sehingga kita harus bersatu dan kita membangun keakraban perdamaian dengan seluruh agama yang ada disini,” ujar Edy.

Kerukunan juga termaktub dalam 4 pilar kebangsaan Indonesia, yang merupakan konsensus dasar yang menjadikan Indonesia tetap satu. Yaitu, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika.

“Keempatnya merupakan landasan hidup seluruh masyarakat Indonesia yang harus jadi pedoman,” sebutnya.

Selain itu, juga dilakukan peluncuran buku Tuan Guru Batak Syekh Ahmad Sabban el Rahmaniy Rajagukguk yang berjudul ‘Dakwah Kerukunan dan Kebangsaan’. Buku tersebut merupakan rangkuman gagasan dan kriprah dakwah Tuan Guru Batak yang dirangkai dalam konteks kerukunan dan kebangsaan.

Mengenai buku tersebut, Edy mengatakan sudah membacanya hingga selesai. Ia sepakat dengan isi buku tersebut. Untuk itu diharapkan agar masyarakat membacanya, karena buku tersebut menyampaikan dakwah mengenai kerukunan antar umat beragama.

“Kalau orang senang baca buku, tak ada ini yang ribut,” katanya.

Hal senada disampaikan Wagubsu, Musa Rajekshah (Ijeck) yang berharap buku tersebut dapat membangkitkan semangat kebersamaan antar umat beragama. Wagub juga mengatakan, orang tua Tuan Guru Batak telah lama melakukan dakwah yang damai sejak lama.

“Semoga dengan hadirnya buku ini di tengah masyarakat semakin membangkitkan semangat kebersamaan kita, ini kita harapkan sehingga kita hidup berdampingan dengan rasa aman dan damai,” kata Ijeck.

Pada kesempatan itu, Tuan Guru Batak Syekh Ahmad Sabban el Rahmaniy menceritakan pengalamannya di tengah masyarakat Kristen. Persulukannya diapit dua gereja, namun hingga sekarang kerukunan masih terus terjaga tanpa ada masalah. Menurutnya, kerukunan seperti itu yang harus jadi contoh bagi seluruh umat. Serta di tengah keberagaman itu, Islam haruslah rahmatan lil alamin.

“Bagi saya, Sumut bermartabat dimulai dari rasa rukun damai saling mencintai, mengasihi terhadap sesama rakyat Sumut,” kata Tuan Guru Batak.

Mengenai bukunya, Tuan Guru Batak mengatakan buku tersebut ingin menyampaikan keberagaman tidak boleh terusik lantaran agama. Sementara itu, dialog nasional tersebut dimaksudkan agar umat antar agama sepakat membangun kerukunan.

 

 

 

 

-a1/sbc-




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)