Senin, 16 Juli 2018 - 02:03:11 WIB
Kerek Devisa Negara, Pemerintah Andalkan Wisata Alam
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Ekonomi - Dibaca: 285 kali

Medan (wartamedan.com) -

Pemerintah berkomitmen meningkatkan potensi wisata alam geopark untuk meningkatkan devisa dari kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya Arief meyakini wisata alam geopark yang telah diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) dapat berkontribusi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan sebesar 5% dari jumlah target kunjungan sejumlah 17 juta wisman tahun ini. 

"Geopark berkontribusi besar dalam peningkatan wisata alam khususnya turis asing sehingga mendatangkan devisa negara," sebutnya baru-baru ini.

Pada 2016, 6 geopark di Indonesia menyumbang devisa ke negara sebanyak Rp3,5 triliun. Tingkat kunjungan wisatawan ke geopark mencapai 624.493 untuk pelancong domestik dan 642.000 untuk wisatawan  mancanegara.

Sekadar catatan, Kementerian Pariwisata memprediksi sektor pariwisata akan menjadi penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia pada 2018, yakni senilai US$20 miliar. Tahun lalu, sektor pariwisata menyumbang devisa sekitar US$16,8 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai geopark di Indonesia harus dikapitalisasi untuk mendatangkan lebih banyak turis. Untuk itu, dia meminta adanya harmonisasi antarkementerian dan undang-undang yang mendukung perkembangan geopark.

"Penataan geopark ini harus didukung dengan aturan yang ada. Kerja secara terintegrasi harus didukung antar kementerian lembaga. Kami berharap [target kunjungan] 20 juta turis [pada 2019] bisa tercapai dengan penataan geopark ini," tuturnya.

Menurutnya, geopark Indonesia yang diakui Unesco Global Geopark menjadi daya tarik pariwisata daerah, sekaligus peluang investasi di sektor jasa pariwisata, UMKM, industri kreatif, perhotelan, pertanian, dan kuliner.

Sekadar catatan, geopark merupakan sebuah wilayah geografi yang memiliki warisan geologi dan keanekaragaman geologi yang bernilai tinggi, termasuk keanekaragaman hayati dan keragaman budaya yang menyatu di dalamnya.

Indonesia termasuk ke dalam daftar 40 negara yang memiliki geopark. Terdapat 11 geopark yang terdiri dari 4 kawasan geopark yang diakui Unesco dan 7 kawasan geopark nasional. Diperkirakan, ada sekitar 80 kawasan yang menjadi kandidat Geopark Nasional pada 2025.

Empat kawasan geoprak yang diakui Unesco a.l. Batur dan Gunung Sewu yang mendapat predikat taman bumi global Unesco pada 2016, serta Gunung Rinjani di Lombok—Nusa Tenggara Barat dan Ciletuh di Pelabuhan Ratu—Jawa Barat yang diakui pada tahun ini.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Suhendar menuturkan tahun ini Indonesia mengusulkan 2 geopark nasional di Kaldera dan Toba untuk diakui sebagai Unesco Global Geoparks

Deputi Percepatan Destinasi Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman menuturkan untuk menarik wisatawan berkunjung ke geopark, pemerintah akan melakukan branding destinasi wisata tersebut sehingga memiliki nilai jual di pasaran.

"Atraksi pun harus perbanyak dan lengkap, supaya nilai ekonominya semakin meningkat. Pengembangan geopark ini diharapkan memang berkelanjutan nantinya," kata Dadang.

 

 

 

-a1/BcS




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)