Rabu, 24 Januari 2018 - 16:41:21 WIB
Waspada, Jelang SNMPTN Diduga Ada Praktik ‘Cuci Rapor’
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Nasional - Dibaca: 1938 kali

Medan (wartamedan.com) -

Tingginya minat siswa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lolos melalui jalur undangan memicu adanya praktik ‘cuci rapor’ (dongkrak nilai, red) bagi siswa/i SMA sederajat Kelas XII. Praktik ini dinilai mencederai citra pendidikan dan perampasan hak bagi murid berprestasi.

Untuk itu kepada aparat hukum diminta turun ke sekolah melakukan pengawasan, serta menindak oknum guru yang melakukan kecurangan.

“Kita minta aparat kepolisian turun ke sekolah mengawasi praktik jahat tersebut,” ujar anggota Komisi B DPRD Medan, Deni Maulana Lubis, kepada sejumlah awak media, Selasa (23/1), menyikapi dugaan praktik cuci rapor menjelang penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang berlangsung saat ini.

Deni menegaskan, praktik cuci rapor tidak boleh dibiarkan. Sebab, dengan adanya kecurangan praktik cuci rapor dipastikan merugikan siswa yang berprestasi karena kehilangan peluang masuk PTN jalur undangan. Padahal, jalur undangan yang disediakan pemerintah maupun pihak Perguruan Tinggi adalah merekrut siswa berprestasi di masa SMA sederajat.

Diharapkan, jalur tersebut supaya benar-benar dinikmati siswa berprestasi apalagi bagi siswa kurang mampu.

“Jika ada oknum guru yang terbukti melakukan cuci rapor supaya ditindak tegas. Kasihan murid pintar jika haknya dirampas yang lain karena akal-akalan oknum guru,” terangnya.

Sebagaimana di khawatirkan, pihak sekolah menjelang SNMPTN disinyalir melakukan praktik ‘cuci rapor’. Praktik kotor itu dilakukan upaya meloloskan siswa dengan bayaran tinggi. Seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya, banyak dilakukan sejumlah sekolah. Diharapkan kepada semua pihak dapat berperan menekan praktik cuci rapor. Karena cuci rapor dinilai sama halnya menanamkan bibit korupsi kepada generasi muda.

Politisi Partai Nasdem ini mengaku miris terkait dugaan prakrik cuci rapor di Kota Medan. Seyogianya program itu mewujudkan cita-cita luhur pendidikan tapi dinodai segelintir oknum.

“Semua pihak tidak boleh lepas tanggung jawab. Dinas Pendidikan dan Inspektorat supaya menindak oknum guru bila ada yang melakukan praktik kecurangan. Dalam hal ini dibutuhkan pengawasan yang serius,” pungkasnya.

Biro Humas Universitas Sumatera Utara (USU), Elvi Sumanti, menyebutkan kepada awak media bahwa pihaknya sudah mewarning pihak sekolah agar tidak melakukan kesalahan dan kecurangan terkait pengisian data siswa.

“Sama halnya kecurangan praktik ‘cuci rapor’ siswa jangan sampai terjadi. Karena di pastikan merugikan siswa dan pihak sekolah. Kita berharap kemampuan siswa secara murni dapat mengantar ke Perguruan Tinggi,” harapnya.

 

 

 

-a1/woc-




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)