Kamis, 30 Maret 2017 - 21:19:04 WIB
Ketua KPU DKI dan Bawaslu Akui Terima Honor dari Tim Ahok
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik - Dibaca: 2659 kali

Medan (wartamedan.com) -

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta Mimah Susanti mengaku pernah menerima honor sebagai narasumber dari sebuah acara yang diadakan tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie menyayangkan hal tersebut. 

Pengakuan itu disampaikan dalam sidang DKPP yang digelar di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/03).
 
Sumarno menyampaikan hal itu saat ditanya oleh anggota DKPP, Endang Wihdatiningtas perihal pertemuannya dengan tim Ahok-Djarot.
 
Sumarno beralasan, sepanjang honor yang masih sebatas standar biaya umum yang diatur oleh pemerintah maka masih diperbolehkan. Meski demikian, ia  akan mendukung jika ke depannya akan ada peraturan mengenai penerimaan honor tersebut.
 
Anggota DKPP lainnya, Saut Hamonangan Sirait, juga bertanya kepada Ketua Bawaslu DKI, Mimah Susanti. "Apakah saat pertemuan itu menerima honor?" tanya Saut.
 
Mimah pun mengiyakan. Ia juga mengakui menerima honor sebesar Rp2 hingga Rp3 juta di acara yang sama yang digelar di Hotel Novotel, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu itu.
 
"Sudah lapor ke KPK?" cecar Saut. "Sudah dipotong pajak," jawab Mimah.
 
Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie mengatakan, bahwa jumlah honor itu tidak masalah. Namun Jimly ingin hal itu dievaluasi. Menurutnya, kendati belum diatur, penyelenggara pemilu seharusnya menolak honor itu. Ini soal kepatutan bagi penyelenggara pemilu.
 
"Ini sepele tapi bisa jadi besar. Sekarang belum dilarang. Ke depan boleh dievaluasi. Tugas penyelenggara pemilu melayani, masa terima honor. Yang merasa kepantasannya tinggi, masa nerima, gitu loh," kata Jimly yang memimpin sidang DKPP.
 
Sumarno sepakat jika ada aturan yang tegas terkait honor tersebut.  "Ini kan menjadi momentum awal untuk membuat satu ketentuan bahwa misalnya seluruh penyelenggara pemilu kalau diundang peserta pemilu itu tidak boleh menerima itu (honor). Itu diatur secara eksplisit dan itu menjadi standar," ujar Sumarno.
 
 
 
-a1/pic-



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)