Senin, 21 November 2016 - 17:35:22 WIB
Dedi Gelar Sosialisasi MPR Tentang 4 Pilar Kebangsaan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Nasional - Dibaca: 858 kali

Medan (wartamedan.com) -

Anggota DPD/MPR RI perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Dedi Iskandar Batubara, S.Sos, SH, MSP, menggelar kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) Medan.  Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kampus LP3I Kota Medan ini diikuti sekitar 150 orang Mahasiswa LP3I ini dilaksanakan pada tanggal 19 November  2016 ini, berlangsung dalam suasana interaktif. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos, SH, MSP sebagai Narasumber didampingi Fahmi Sulaiman, ST sebagai narasumber lainnya mengatakan, pelaksanaan sosialisasi empat pilar yang dilaksanakan diharapkan dapat menjadi sarana untuk lebih memahami tujuan sosialisasi 4 pilar kebangsaan tentang Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. 

Menurut Dedi, yang juga Ketua Umum PP IGDA (Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah) ini, sosialisasi empat pilar itu bertujuan Memasyarakatkan ketetapan MPR, Memasyarakatkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu untuk Mengkaji sistem ketatanegaraan, Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta pelaksanaannya dan menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut, Anggota MPR berkewajiban melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat yang salah satu kegiatannya adalah dengar pendapat dengan masyarakat di daerah pemilihannya.


"Nilai-nilai dari 4 pilar ini menjadi penting untuk pahami secara baik, untuk kemudian diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa, bernegara, bermasyarakat dan berpemerintahan, dengan harapan dapat membentuk karakter dan kepribadian yang luhur untuk memiliki kekuatan dan wawasan kebangsaan yang utuh," ujar Dedi, sapaan akrab senator muda ini. 

Pada kegiatn tersebut, para peserta juga menanyakan berbagai hal diantaranya, makna Pancasila sebagai ideologi bangsa. Ada juga yang bertanya tentang fungsi Pancasila sebagai dasar Negara. Selain itu timbul juga pertanyaan apa saja tantangan Pancasila sebagai ideologi bangsa pada zaman globaliasasi saat ini dan solusi terhadap permasalahan Pancasila dalam menjawab tantangan globalisasi. 

Dedi menambahkan, berdasarkan pengamatannya, tidak adanya pelajaran tentang Pancasila telah menyebabkan berkembangnya hal-hal yang tidak baik, misalnya merebaknya korupsi, penyalahgunaan narkoba bahkan hingga perselisihan antar kelompok masyarakat sebagaimana yang terjadi belakangan ini, begitu mudah terpicu hanya karena hal-hal sepele. 

“Pemerintah dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama, membantu mengatasi Pancasila dalam menghadapi tantangannya di era global sekarang ini. Walaupun banyak tantangan dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara, Pancasila telah membuktikan bahwa Pancasila bukan merupakan milik golongan tertentu atau representasi dari suku tertentu. Pancasila itu netral dan akan selalu hidup di segala zaman seperti yang telah dilewati di tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya. 

Di hadapan peserta, Dedi itu juga mengatakan, sosialisasi 4 pilar yang terdiri dari Pancasila sebagai ideologi dasar negara, UUD tahun 45 dan Konstitusi Negara. "Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, kedepan kembali patut terus disosialisasikan untuk mengingatkan kepada seluruh komponen bangsa agar melaksanakan dan menyelengarakan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan tetap mengacu kepada tujuan negara yang sama, dicita-citakan untuk bersatu padu mengisi pembangunan NKRI agar dapat terus lebih maju dan sejahtera," ujarnya.

 

 

 

-a1/wmc-




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)