Rabu, 28 September 2016 - 16:13:51 WIB
Tinjau Sekolah-sekolah, Pansus Temukan Mobiler Sekolah Tak Berlabel
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Medan - Dibaca: 1019 kali

Medan (wartamedan.com) -

Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Medan pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Walikota Medan APBD 2015, Selasa (27/9) meninjau sejumlah sekolah yang menerima bantuan mobiler (kursi/meja) belajar, guna memastikan pengadaan mobiler oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan sesuai dengan laporan keuangan Pemko Medan tahun 2015.
Tinjauan ke SMA Negeri 1 Medan, SMAN 2 Medan dan SMKN 7 Medan dipimpin Ketua Pansus, Muhammad Nasir. Tinjau dilakukan karena 1 Medan menerima 240 set (kursi/meja), SMKN 7 menerima 240 set dan SMAN 2 Medan sebanyak 200 set.

"Seyogyanya logo Pemko ditampilkan, ini kan duit rakyat. Masa harus disembunyikan. Muncul kecurigaan, apakah ini menggunakan dana APBD atau komite. Ini masih kita cari tahu," kata anggota Pansus, Irsal Fikri.


Dari hasil peninjauan, ada logo Pemko Medan yang terkesan disamarkan. Ada juga yang tanpa ada label apapun, baik cat atau stiker pada mobiler yang ditunjukkan oleh Disdik Medan sebagai bukti fisik pelaksanaan anggaran sudah dilaksanakan. "Kalau sampel tadi tidak ada, kita duga sama seperti 21 sekolah (penerima) lainnya. Makanya, ini yang akan kita telusuri," katanya.Anggota Pansus lain, Godfried Effendi Lubis, mengatakan seharusnya ada data register aset Pemko Medan pada mobiler.

Sedangkan, M Nasir, mengatakan seharusnya Disdik memberikan label identitas mobiler yang disebar ke sekolah-sekolah. "Jika tidak ada, akan muncul kecurigaan-kecurigaan. Dari mana sumber anggaranya," kata Nasir.

Dia juga meminta agar Pemko Medan tidak hanya memperhatikan sekolah negeri. Bantuan mobiler juga layak diberikan kepada sekolah-sekolah swasta untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar.

Sementara Kepala Sekolah SMAN 1 Medan, Safrimi, memastikan tidak ada upaya menyamarkan sumber anggaran mobiler. "Tidak ada mau disamarkan. Memang tidak ada kami buat labelnya. Jujur saja, saya kan tidak tahu bapak-bapak mau datang," katanya.

Sebelumnya, dalam rapat pembahasan LPj di DPRD Kota Medan, belum lama ini, Pansus meminta rincian data pelaksanaan yang akan dikoreksi ke sekolah-sekolah di Medan. Pertanyaan itu terkait realisasi belanja Rp1,14 trilun di Disdik Medan. Program yang dipertanyakan diantaranya, pengadaan mobiler sebesar Rp7,839 miliar, pengadaan peralatan laboratorium komputer untuk SMP Rp1,978 miliar, pengadaan mobiler SMA/SMK Rp5,475 miliar.

 

 

 

 

 

-a1/sbc-




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)