Rabu, 3 Agustus 2016 - 02:00:07 WIB
Pudsikra: Walikota Harus Bongkar Kecurangan PPDB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Medan - Dibaca: 950 kali

Medan (wartamedan.com) -

 

Walikota Medan diminta segera membentuk tim independen guna membongkar praktik kecurangan saat Penerimaan Peserta didik Baru (PPDB) tahun 2016.

Menurut Direktur Pusat Pendidikan Rakyat (Pusdikra) Sumut, Mansyur Hidayat Pasaribu, M.Pd, jika informasi yang beredar di media benar adanya, maka polisi juga harus bergerak cepat untuk memeriksa pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam kasus kecurangan PPDB di Kota Medan.

"Soal indikasi pidana dalam kasus ini jadi satu hal tersendiri dan ini domain kepolisian. Sisi lain yang harus jadi fokus kita adalah setiap tahun gini-gini terus persoalan PPDB. Polanya sama, apa walikota tidak mendengar berita yang tiap awal ajaran baru selalu membuat risi dunia pendidikan?" ujar Manysur kepada Analisadaily.com, Selasa (2/8).

Kerusakan pendidikan selama ini menurutnya berada di segala lini. Sebab itu, Mansyu mengimbau agar penyelesaiannya dilakukan secara perlahan namun pasti.

"Sudah bukan rahasia umum kok kalau PPDB selalu ada praktik kecurangan. Ini yang harus dibenahi Pak Wali. Kalau dibiarkan terus, ya masyarakat akan menganggap Pak Wali mengamini praktik kotor itu," tegasnya.

Kandidat doktor Universitas Negeri Medan ini juga menjabarkan cara untuk bongkar kasus kecurangan PPDB sampai tuntas. Salah satunya dengan membentuk tim independen.

"Bentuk tim independen. Harus benar-benar independen dan bebas dari kepentingan. Libatkan masyarakat dan dan perguruan tinggi. Bongkar semua dokumen PPDB, panggil pihak-pihak yang paham dengan pola-pola permainan ini. Nggak perlu waktu lama, pasti terbongkar semua. Kemudian lakukan evaluasi menyeluruh tentang PPDB. Tim independen harus diberi rekomendasi oleh walikota. Kami sarankan Pak Wali cepat bergerak, jangan sampai kasus ini masuk angin," pungkasnya.

 

 

 

 

-a1/adc-

 




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)