Senin, 18 Mei 2015 - 17:48:38 WIB
Prof Dr Ahmad Rafiki Tantawi Dilantik Sebagai Rektor UNUSU
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Nasional - Dibaca: 1284 kali

Medan (wartamedan.com) -
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj melantik Prof Dr Ahmad Rafiki Tantawi sebagai Rektor Universitas Nahdatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU) Periode 2015-2020.
 
Pelantikan dilakukan di acara Pra Muktamar ke-33 NU Zona Sumatera di Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Jalan Pelajar Timur Ujung, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Ahad (17/5/2015). 
 
Pelantikan Rektor UNUSU berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud Nomor 576 Tanggal 17 Oktober 2014 tetang Izin Pendirian UNUSU.
 
Pelantikan dihadiri Rais Am PBNU KH Mustofa Bisri,  Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Edy Rahmayadi, Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Walikota Medan Dzulmi Eldin, dan Dosen UNUSU. 
 
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj mengatakan,  UNUSU merupakan perguruan tinggi swasta ke-24 binaan NU. 
 
"Sekarang sudah 24 perguruan tinggi. Sudah berapa persen itu kelebihannya. NU telah lama memiliki perguruan tinggi untuk mewujudkan program peningkatan kualitas keilmuan generasi muda Islam, tetapi diambilalih pemerintah," katanya.
   
Ia mencontohkan, Universitas NU di Kota Medan diambilalih pemerintah pada tahun 70-an dan diubah menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara.
 
"Karena baiknya NU, maka universitas itu kita serahkan kepada pemerintah," jelasnya.
 
Said mengaku, tanggung jawab berat dalam pengelolaan UNUSU adalah memelihara dan meningkatkan kualitas, pengelolaan sebagi perguruan tinggi.
 
"Jika sekadar mendirikan itu mudah, namun meningkatkannya sulit," katanya.
 
Sementara Rektor UNUSU yang baru dilantik Prof Ahmad Rafiki Tantawi mengatakan telah berkoordinasi dan mendapatkan dukungan dari Kopertis I Sumut-Aceh terkait pendirian perguruan tinggi swasta tersebut.
 
"Dukungan itu saja tidak cukup, karena harus dihadapkan dengan tuntutan kualitas internal sesuai ketentuan Permendikbud 49/2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Ada 24 indikator mutu yang harus dipenuhi. Itu tantangan, tetapi dalam dua tahun ke depan harus bisa meningkatkan akreditasi menjadi lebih baik," akunya. 
 
Ke depan, ia berharap dapat membangun akreditasi yang lebih baik dan hal itu menjadi tantangan UNUSU. 
 
"Saya yakin pesantren di Sumut diawali dari adanya Nahdlatul Ulama. Jadi setiap pesantren dapat mengirimkan 20 orang santrinya ke UNUSU, maka akan ada 1.000 santri yang akan kuliah," ungkapnya. 
 
Selain itu, katanya, UNUSU ke depan dapat menempatkan posisi sejajar terhadap universitas besar di Sumut. 
 
"Kita harus bekerja sama dalam mencapai hal itu," pungkasnya.
 
 
 
 
 
 
-a1/bsc-



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)